- Back to Home »
- Sejarah Toyota AE 86
Posted by : Unknown
Minggu, 15 September 2013
HElloo.. helllo.. heloo
Mas bro.. Mbak Bro yg saya hormati ,, pada posting berikut ini saya akan menginformasikan tentang sejarah sebuah mobil yang sudah sangat melegenda di kalangan balap drifting,,,
Siapa lagi klau bukan Si Hachi Roku (86)... ni gambarnya,,:
Bagaimana keran kn,,, Kalau orang jawa bilang " BaaddaaLLaaaiii SangaaaRR Nda..", hehe,, gambar di atas itu mobil pintunya di modif sama si empunya,,
Setahu saya mobil ini masuk dalam jajaran sedan Toyota corolla yg bertipe A86... A86 sendiri mempunyai mempunyai arti. Kode "A" merupakan kode dari mesin TOYOTA A Series (4A/4A-GE) dan 86 merupakan kode dari generasi keenam Corolla E80 Series (E adalah kode untuk Corolla).
AE86 sendiri mempunya 2 Varian yaitu 1. Toyota AE86 Sprinter Trueno dan Toyota AE86 Levin.
1. Sprinter Trueno
2. Levin
Perbedaan mendasar antara Levin dan Trueno adalah
pada bagian lampu depan dengan gaya fix head light dan retractable head light.
Generasi AE86
sendiri berakhir pada tahun 1987 yang digantikan dengan AE92 (Corolla
Sprinter). Dan sebagai info tambahan, AE86 juga biasa disebut hachi-roku yang
berarti “86” pada bahasa Jepang.
Secara teknis, AE86
sudah memenuhi standar kebutuhan sebuah cita rasa sport car. Mesin legendaris
4A-GE mempunyai spesifikasi inline 4, DOHC, 16V/20V dengan teknologi TVI-S yang
memungkinkan pengaturan pasokan udara sesuai kebutuhan secara progressive.
Tidak hanya itu, teknologi LSD (limited slip differential) juga sudah ada pada
beberapa tipe (tegantung domestik market).
Lantas bagaimana
dengan sasis dan bodi? AE86 dirancang dengan aura sport yang kental, yaitu 2
door coupe dan 3 door lift back (di beberapa negara biasa disebut hatchback).
Dilihat dari teknologi chassis, AE86 sudah dirancang sedemikian rupa agar mampu
optimal pada berbagai karakter race baik itu rally, circuit atau drifting
sekalipun.
Kemampuan chassis
fleksibel inilah yang membuat AE86 digemari pada berbagai ajang sport car
dunia. Balap Grup, Grup N merupakan lahan empuk buat AE86.
Walaupun sudah
tidak diproduksi lagi, namun banyak sekali privateer menggunakan hachi-roku ini
sebagai senjata andalan. Di Grup A touring car, AE86 bersaing ketat dengan
mobil yang berumur jauh lebih muda seperti Honda Civic, AE92 atau bahkan AE101.
Tidak hanya itu,
selain di Jepang AE86 juga mempunyai penggemar berat seperti di Irlandia dimana
AE86 digunakan sebagai mobil raly untuk kelas F-Cup yaitu 2WD/natural aspirated
class.
Pada kasta balap
yang lebih tinggi, AE86 digunakan pada ajang JGTC dengan mesin 3S-GTE (Toyota
Celica) yang akhirnya pada 2001 digantikan oleh Toyota MR-S.
AE86 dipilih karena
merupakan sport car kompak yang sangat ringan (hanya 950 kg), chassis balance
yang baik, powerful dan easy to tune yang juga mendapat julukan hasyiria
(street racer dalam bahasa Jepang), tingkat fleksibilitas yang tinggi pada
berbagai cornering. Bahkan salah satu legenda Drifting Jepang (dori-kin,
drifting dalam bahasa Jepang) Keiichi Tsuchiya mengunakan AE86 dalam mengasah
karir balapnya.
Tingkat kesuksesan
AE86 hingga menjadi one of the legend juga dibuktikan dengan masuknya AE86 pada
game NFS Underground 2, NFS Pro Street (Corolla GT-S), The Fast And The
Furious, Grand Theft Auto IV, Grand Turismo dan lain-lain yang mampu selalu
tampil menjadi leader dan pilihan para pemain.


